Populasi Dunia Diprediksi Turun 2100

[BP] – Tatar Sunda

Baru ini dirilis hasil sebuah studi yang dilakukan Universitas Washington di Amerika Serikat yang memperkirakan bahwa populasi dunia akan mencapai puncaknya sekitar setelah pertengahan abad.

Dikutip dari nhk dikatakan bahwa sebagian besar negara tidak akan mampu mempertahankan tingkat populasi yang ada hingga tahun 2100.

Para peneliti di universitas tersebut memperkirakan pergeseran populasi sepanjang tahun 2017-2100 bagi 195 negara dan kawasan menggunakan data-data, seperti tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan migrasi.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran The Lancet tersebut menunjukkan bahwa populasi dunia diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2064 dengan jumlah 9,7 miliar jiwa, kemudian turun menjadi 8,8 miliar pada 2100.

Para peneliti itu juga memproyeksikan bahwa populasi Cina akan menyusut setengahnya menjadi 730 juta sebelum tahun 2100. Cina akan menjadi negara dengan populasi terbesar ketiga setelah India dan Nigeria.

Temuan studi tersebut juga mengindikasikan bahwa populasi dunia akan makin menua karena rasio orang-orang berusia lebih dari 65 tahun akan lebih tinggi.

Para peneliti menyatakan bahwa tren berkelanjutan dalam pencapaian pendidikan wanita serta akses terhadap kontrasepsi akan mempercepat penurunan tingkat kelahiran. Disebutkan bahwa tingkat kelahiran di lebih dari 90 persen negara dan kawasan akan turun hingga kurang dari 2,1 persen. Angka ini dianggap sebagai batas yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat populasi yang ada.

Kita berharap bahwa populasi dunia menurun bukan karena efek adanya peperangan seperti perang Dunia I dan Perang Dunia II yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan juta orang tewas. [jayadewata]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *