657 views

Akibat Cinta Bentang Cikembar, Bupati Cianjur Tewas Ditusuk Condre

Dalem Condre

[BP] – Tatar Sunda

Raden Astramanggala atau yang lebih dikenal dengan Aria Wiratanu Datar III merupakan putra pertama Aria Wiratanu Datar II. Raden Astaramanggala naik tahta menggantikan sang ayah pada 1707.

Pada zaman pemerintahan Aria Wiratanu Datar III, ibu kota Kabupaten Cianjur dipindahkan dari Pamoyanan ke Kampung Cianjur.

Dalam beberapa catatan sejarah, Aria Wiratanu Datar III terkenal sebagai mitra dagang VOC yang paling setia. Adalah komoditas kopi yang menjadi andalannya untuk berbisnis dengan Maskapai Dagang Hindia Timur tersebut. 

Begitu senangnya VOC terhadap Aria Wiratanu Datar III hingga menghadiahinya wilayah-wilayah baru yaitu Distrik Jampang dan Distrik Sagara Kidul yang masuk wilayah Sukabumi sekarang.

Berbanding terbalik dengan kesuksesannya dalam bidang niaga dengan VOC, sang bupati justru meninggal secara tragis.

Hingga kini, kisah terbunuhnya Aria Wiratanu Datar III masih dikenang oleh orang-orang tua di Cianjur. Namun berbeda dengan versi penuturan sejarah yang terdapat dalam arsip-arsip lama, dikisahkan bahwa insiden pembunuhan sang bupati akibat sengketa cinta terhadap seorang gadis.

Dikisahkan, suatu hari Aria Wiratanu Datar III melakukan perburuan ke daerah Cikembar, Sukabumi. Di salah satu desa terpencil, dia bertemu dengan seorang gadis cantik dan elok bernama Apun Gencay. 

Sang bupati yang sudah memiliki beberapa istri itu lantas jatuh cinta dan meminang Apun Gencay kepada orangtuanya.

Apun dan orangtuanya tidak bisa menolak permintaan Kanjeng Sinuwun Bupati itu. Sebagai rakyat kecil adalah pantrang untuk mengatakan tidak kepada penguasa. Padahal secara pribadi Apun telah memiliki seorang kekasih.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian saat matahari nyaris tenggelam di sebelah barat, Apun datang ke pendopo kadaleman Cianjur. 

Namun tidak sendiri. Dia ditemani oleh seorang pemuda yang diakunya sebagai saudara. Begitu sampai di pintu rumah Aria Wiratanu III, nampak sang dalem tengah duduk dengan wajah yang cerah didampingi seorang pengawalnya bernama Ki Purwa.

Sang bupati pun meminta Apun mendekat ke arahnya. Dengan kepala menunduk, Apun mendekat ke arah Aria Wiratanu Datar III. 

Ketika Apun mendekat, seolah tersihir kecantikan oleh Kembang Cikembar itu, kedua mata sang bupati tak berkedip menikmati kemolekan dan keindahan wajah Apun Gencay. 

Tanpa diduga, dalam situasi itulah, si pemuda yang ada di sebelah Apun tiba-tiba bergerak maju ke arah Aria Wiratanu Datar III. Sebilah condre terhunus di tangan kanannya.

Serangan tak terduga itu tentu saja membuat sang bupati terkejut. Namun dia terlambat untuk melakukan tangkisan hingga perutnya menjadi sasaran tusukan condre.

Gerakan kilat sang pemuda membuat Ki Purwa juga terkesima. Barulah setelah dia mendengar jerit Apun dan teriakan majikannya, dia bereaksi. 

Namun si pemuda sudah melarikan diri. Bersama beberapa pengawal, Ki Purwa mengejar si pemuda sehingga terjadilah perkelahian tak seimbang yang menyebabkan mundurnya si pemuda ke area alun-alun Cianjur. 

Di area terbuka sekitar Masjid Agung inilah, Ki Purwa berhasil memenggal kepala si pemuda, yang tak lain adalah tunangan Apun Gencay.

Menurut cerita tubuh si pemuda tersebut pada akhirnya sampai dicincang habis oleh para punggawa dan jagabaya dan dagingnya di sebar sampai ke ujung alun-alun sebelah utara.

Potongan-potongan daging itulah yang konon katanya kemudian dipungut satu persatu oleh Apun Gencay. 

Si gadis Bentang Cikembar itu pun memunguti potongan daging kekasihnya seraya meratap dan menangis sedih. 

Adapun Aria Wiratanu Datar III sang Bupati Cianjur ini pada akhirnya meninggal beberapa jam kemudian akibat luka tusuk yang dideritanya.

Adapun mengenai nasib Apun Gencay menurut beberapa cerita, dia meninggal tidak lama kemudian akibat terkena suatu penyakit. [berbagai sumber/jayadewata]

Respon (33)

  1. Kejadian yang sangat tragis, semoga dengan adanya peristiwa ini menjadikan kita pelajaran, dan semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi.

  2. Baru tau kalau ada Bupati Cianjur yang ditusuk akibat masalah percintaan. Ini bukti bahwa cinta itu buta. Semoga kisah ini menjadi pelajaran untuk saya dan lainnya.

  3. sangat tragis hanya karena cinta, dan sangat disayangkan juga pelaku yang menusuk pak bupati meninggal dengan sangat tidak wajar. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk selanjutnya terutama untuk saya sendiri

  4. Merinding juga membaca kisah ini sungguh tidak di sangka kematian mantan bupati cianjur (Aria Wiratanu Datar III) sangat tragis hanya karena cinta, dan sangat disayangkan juga pelaku yang menusuk pak bupati meninggal dengan sangat tidak wajar. Semoga peristiwa seperti ini tidak dapat terulang kembali, dan kita bisa mengambil hikmahnya bahwa untuk mencintai seseorang jangan sembarang hanya karena terlihat mempesona dan sangat menarik kita juga harus mengetahui bagaimana kehidupannya.

  5. Tidak menyangka bahwa dugaan salah satu penyebab kematian Aria Wiratanu Datar III diakibatkan karna Asmara. Semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali

  6. Kejamnya laki-laki yang membunuh bupati cianjur. Menusuk bupati cianjur dengan condre. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi.

  7. sangat tragis membaca kisah ini,karena bupati Cianjur (Wiratanu datarIII) terbunuh dengan cara yang tak disangka sangka dan ini memberikan kita pelajaran untuk kita semua

  8. Saya sangat prihatin dengan kejadian tersebut, karena bupati cianjur ( Aria Wiratanu Datar III ) terbunuh dengan cara yang kejam, dan ini menjadi pelajaran untuk kita supaya lebih berhati hati dalam memilih pasangan

  9. Benar benar tragis, kepergian beliau pasti menyisakan tangis keluarga. Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua.

    1. Tidak menyangka bahwa salah satu dugaan kematian Aria Wiratanu Datar III diakibatkan asmara. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi

      1. Sangat disayangkan peristiwa tersebut terjadi, Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, dan dijadikan pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.