462 views

Anggaran Pembinaan UMKM Harus Tepat Sasaran

UMKM

 [BP] – Tatar Sunda

Belum lama ini, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.

Hal tersebut diungkapkannya usai mengikuti Rapat Kerja membahas penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2019 dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). 

Menurut Herman ukuran keberhasilan dari sebuah anggaran program terletak pada efektivitasnya, sehingga menurutnya pembinaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Tapi yang paling penting adalah bagaimana keefektifan pelaksanaan anggaran ini kepada rakyat, apalagi dalam situasi ekonomi seperti ini. Utamanya dalam kondisi ini, yang terjadi adalah persoalan daya beli masyarakat. Sektor produksi apapun kalau daya beli masyarakat turun pasti akan berimbas juga. Dan oleh karenanya situasi yang tidak mudah dan sederhana ini tadi harus diimbangi oleh tingkat kemampuan,” ujar Herman dikutip dari parlementaria.

Herman menjelaskan bahwa ada sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat. 

Hal ini bisa terjadi karena ada perubahan paradigma konsumen di dalam pengadaan barang dan jasa ataupun dalam pemenuhan pangan sehari-harinya akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang masih belum reda sampai sekarang.

Menurutnya hal itu harus dicermati. Penyaluran anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli, tapi pada sisi lain harus ada upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha agar bisa beradaptasi terhadap situasi saat ini.

Ia berharap dengan diberikannya insentif Rp 2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan di mana UMKM bisa bertahan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dan negara. [jayadewata]

Respon (33)

  1. Dari artikel diatas dengan Penyaluran anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli, tapi pada sisi lain harus ada upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha agar bisa beradaptasi terhadap situasi saat ini.

  2. artikel di atas menjelaskan tentang imbas pandemi pada keuangan pemasukan atau pengekuaran masyarakat dalam ekonomi.Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.

  3. Dari artikel di atas dengan adanya anggaran dari pemerintah untuk UMKM semoga membantu masyarakat. dengan adanya penyaluran anggaran Rp 2,5 Jt per UMKM. dimana UMKM bisa bertahan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat.

  4. Menurut artikel diatas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat anggaran dari pemerintah. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi. Penyaluran anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli. Semoga pemberian anggaran ini tepat sasaran kpda yang berhak menerimanya.

  5. Menurut artikel diatas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat anggaran dari pemerintah. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi. Penyaluran anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli. Semoga anggaran ini tepat sasaran.

  6. Artikel di atas merupakan anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.
    sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan

  7. Artikel di atas merupakan anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.
    sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.

  8. Diharapkan kegiatan seperti dapat membantu perekonomian warga Indonesia ditengah Pandemi ini. Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.semoga kegiatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

  9. Diharapkan kegiatan seperti dapat membantu perekonomian warga Indonesia ditengah Pandemi ini. Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.semoga kegiatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

  10. Diharapkan kegiatan seperti dapat membantu perekonomian warga Indonesia ditengah Pandemi ini. Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.semoga kegiatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

  11. Menurut artikel di atas dapat di simpulkan bahwa bahwa artikel ini yang paling penting adalah bagaimana keefektifan pelaksanaan anggaran ini kepada rakyat, apalagi dalam situasi ekonomi seperti ini. Utamanya dalam kondisi ini, yang terjadi adalah persoalan daya beli masyarakat. Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.

  12. Walaupun bantuan tersebut mengarah kepada usahamikro diharapkan Dengan adanya bantuan tersebut, dengan kebangkitannya usaha2 kecil dapat menyetabilkan perekonomi negara kita.

    Membuat negri kita bangkit dari keterpurukan ekonomi yang kacau yang di sebabkan adanya penyebaran virus covid19 diseluruh dunia

  13. Walaupun bantuan tersebut mengarah kepada usahamikro diharapkan Dengan adanya bantuan tersebut, dengan kebangkitannya usaha2 kecil dapat menyetabilkan perekonomi negara kita

  14. Dengan adanya bantuan dari pemerintah bisa membantu warga indonesia dengan membeli produk lokal, atau pun bisa berbagi.semoga dengan bantuan ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

  15. Artikel di atas menjelaskan tentang penyampaian laporan keuangan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM Atau pun membahas tentang imbas pandemi pada keuangan pemasukan atau pengekuaran masyarakat dalam ekonomi.Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.

  16. Diharapkan kegiatan seperti dapat membantu perekonomian warga Indonesia ditengah Pandemi ini. Maka dari itu kita sebagai warga Indonesia dapat pula membantu perekonomian negara dengan membeli produk dalam negeri.

  17. Dari artikel yang saya baca di atas Herman menjelaskan bahwa ada sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.

  18. Menurut artikel di atas dapat di simpulkan bahwa bahwa artikel ini yang paling penting adalah bagaimana keefektifan pelaksanaan anggaran ini kepada rakyat, apalagi dalam situasi ekonomi seperti ini. Utamanya dalam kondisi ini, yang terjadi adalah persoalan daya beli masyarakat.Dan membahas tentang penyampaian laporan keuangan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM

  19. Menurut artikel di atas dapat di simpulkan bahwa bahwa artikel itu membahas tentang penyampaian laporan keuangan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM

  20. Setelah saya membaca artikel ini menurut saya artikel ini menjelaskan tentang imbas pandemi pada keuangan pemasukan atau pengekuaran masyarakat dalam ekonomi.Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan ..

  21. Pengucuran dana Rp. 22 Triliun atau Rp. 2,5 juta per UMKM ini diharapkan bisa sangat membantu dalam kondisi darurat covid-19. Para pelaku UMKM pun diharapkan dapat beradaptasi agar bisa berkontribusi semaksimal mungkin bagi perekonomian di Indonesia

  22. Dari artikel di atas dapat di simpulkan bahwa artikel tersebut membahas tentang penyampaian laporan keuangan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan sehinga daya beli masyarakat bisa lebih menaik dan membaik dalam keadaan pandemi covid-19 ini.

  23. Dari artikel di atas dapat di simpulkan bahwa artikel tersebut membahas tentang penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2019 dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan sehinga daya beli masyarakat bisa lebih menaik dan membaik dalam keadaan pandemi covid-19 ini.

  24. Kesimpulan dari artikel di atas menurut saya para pelaku usaha harus bisa beradaptasi terhadap situasi saat ini, akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang masih belum reda sampai sekarang ada sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.

  25. Inti artikel ini diharapkan para pelaju usaha bisa beradaptasi pada situasi di Indonesia ini, karna pandemu Covid 80% UMKM terkena imbas, menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.

  26. Dari artikel diatas Belum lama ini, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Menurut Herman ukuran keberhasilan dari sebuah anggaran program terletak pada efektivitasnya, sehingga menurutnya pembinaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.Ia berharap dengan diberikannya insentif Rp 2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan di mana UMKM bisa bertahan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dan negara.

  27. Artikel di atas memberi tahu Belum lama ini, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.

    Hal tersebut diungkapkannya usai mengikuti Rapat Kerja membahas penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2019 dengan Kementerian Koperasi dan UKM

    1. Dari artikel diatas para pelaku usaha harus bisa beradaptasi terhadap situasi ini,yang saat ini terjadi pandemi covid-19 sampai sekarang sudah banyak 80 pasien UMKM yang terkena imbas yang di sebabkan daya beli dan konsumsi masyarakat

  28. Artikel di atas memberitahu Belum lama ini, anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.

    Hal tersebut diungkapkannya usai mengikuti Rapat Kerja membahas penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2019 dengan Kementerian Koperasi dan UKM

  29. Artikel di atas merupakan anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp 22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Di mana dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.
    sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.
    Hal ini bisa terjadi karena ada perubahan paradigma konsumen di dalam pengadaan barang dan jasa ataupun dalam pemenuhan pangan sehari-harinya akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang masih belum reda sampai sekarang.
    Ia berharap dengan diberikannya insentif Rp 2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan di mana UMKM bisa bertahan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dan negara.

    1. Inti dari artikel ini adalah adanya 80% UMKM di indonesia yang terkena imbas pandemi, para pelaku usaha diharapkan bisa terbiasa dengan pandemi ini

  30. Dari artikel diatas Herman menjelaskan bahwa ada sebanyak 80 persen UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat. Penyaluran anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli, tapi pada sisi lain harus ada upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha agar bisa beradaptasi terhadap situasi saat ini.

    1. Artikel di atas menjelaskan tentang penyampaian laporan keuangan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM Atau pun membahas tentang imbas pandemi pada keuangan pemasukan atau pengekuaran masyarakat dalam ekonomi.Pada masa pandemi ini masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan dan selalu menjaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.