429 views

Nelayan Belum Mendapatkan Manfaat Program KKP

Budidaya Lobster

[BP] – Tatar Sunda

Belum lama ini, Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mengungkapkan bahwa serapan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru mencapai angka 38,19 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 4,6 triliun.

Hal itu berarti masih sekitar 60 persen anggaran KKP yang belum sampai ke rakyat.

“Bacaan sederhananya, rakyat belum merasakan (manfaat) program KKP. Padahal para nelayan, baik nelayan tangkap maupun budidaya, sangat membutuhkannya. Selain itu, anggaran tersebut juga diperlukan untuk menggerakkan inovasi dan kreasi bagi produk-produk olahan,” ucap Lema dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8) dikutip dari rilis resmi dewan

Dikatakannya, para nelayan seperti di kabupaten di Provinsi NTT banyak mengeluhkan banyak hal, khususnya nelayan tangkap menyangkut sarana dan prasarana. 

Di Pantura Timor yang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, potensi perikanan tangkapnya sangat luar biasa. 

Tetapi ironisnya, di sana juga menjadi kantong kemiskinan. Padahal Pantura Timor ini merupakan beranda depan Negara Republik Indonesia,” tandasnya.

Menyangkut masalah postur anggaran Tahun 2021, dia menegaskan, secara konseptual sering dikatakan bahwa laut adalah masa depan Indonesia. 

Tetapi secara faktual laut Indonesia belum menjadi ruang dan sumber hidup. Dengan luas laut yang besar yang dimiliki Indonesia, namun orientasi arah kemajuan pembangunan masih terpusat di darat.

Yohanis mendukung peningkatan anggaran KKP. Komisi IV harus mendorong untuk meningkatkan anggaran KKP yang hanya Rp 6,6 triliun. 

Menurutnya, Ditjen Perikanan Tangkap hanya memiliki anggaran sekitar Rp 763 miliar, dan Budi Daya hanya Rp 1,2 triliun. Dengan nilai anggaran seperti ini, dia mempertanyakan keseriusan pemerintah membangun sektor maritim.

Pada kesempatan tersebut Yohanis juga menyoroti secara khusus tentang pendapatan negara bukan pajak yang terkait dengan ekspor benih lobster. 

Sebab sepengetahuan dirinya, sampai saat ini, Kementerian Keuangan belum menerbitkan mekanisme pungutan terkait PNBP tersebut.

“Namun kita tahu, pada 12 Juni 2020, Kementerian KKP sudah mengekspor benih lobster ke Vietnam. Padahal peraturan turunannya setahu kami belum ada. PNBP yang diperoleh itu per 60 ribu benih lobster harganya hanya 15 ribu rupiah. Menurut saya ini sangat rendah. Pertanyaan yang paling mendasar, untuk apa kebijakan ini dan apa manfaat buat nelayan kita. Masyarakat miskin di Indonesia 25 persennya adalah nelayan. Jadi kalau 60 ribu benih lobster diekspor ke luar negeri dan PNBP nya buat negara ini Cuma 15 ribu rupiah maka jelas kebijakan ini tidak pro kepada nelayan,” tukasnya.

Di sisi lain eksportir benih lobster mendapatkan untung yang sangat besar, tambahnya. 

Padahal dalam beberapa kesempatan disampaikan bahwa semangat dari Peraturan Menteri KKP tentang ekspor benih lobster ini semangatnya adalah budidaya lobster. [jayadewata]

Respon (29)

  1. Sangat disayangkan karena di sana juga menjadi kantong kemiskinan. Padahal Pantura Timor ini merupakan beranda depan Negara Republik Indonesia

  2. Seharus nya dalam perihal export dan import benih benih ikan atau lobster itu jangan terus di lakukan, kenapa ? Karena di indonesia sendiri banyak para orang orang yang membudidayakan benih benih ikan dan lobster tersebut di tambak tambak yang mereka punyai. Apalagi bila dana bantuan masih kacau di saat pandemi seperti ini

  3. Seharusnya pemerintahan juga memfasilitasi sarana pra sarana di pesisir karna potensi perikanan tangkapnya Timor Leste sangat luar biasa. Kemudian para nelayan merasa kurang di untungkan terkait penjualan benih lobster yg nominal nya sangat rendah. Jadi pemerintah harus meningkatkan pembangunan di sektor maritim

  4. Semoga para nelayan cepat mendapatkan hak karena dari bantuan itu sangat bermanfaat bagi para nelayan dan keluarganyas, semoga kedepannya pemerintah bisalebih memberikan batuan ygblainnya

  5. Seharusnya indonesia menjadikan potensi menaikan ekonomi d sektor maritim sbg salah satu aset perekonomian pemerintah seharusnya mengencarkan program pembangunan d daerah pesisir

  6. Semoga pemerintah dapat memperhatikan ini,dan semoga bisa membantu perekonomian rakyat termasuk para nelayan seperti artikel di atas.

    1. Semoga para nelayan cepat mendapatkan hak nya karena bantuan itu sangat bermanfaat bagi para nelayan serta keluarga nya Mudah-mudahan kedepannya pemerintah bisa lebih memberikan bantuan-bantuan lainnya yg bisa membantu terpenuhi nya perekonomian para nelayan

  7. ini lebih di perhatikan lagi jangan sampai tempat yang memiliki perikanan tangkap yang sangat luar biasa itu menjadi tempat kantong kemiskinan, sangat tidak seimbang dengan kenyataannya.

  8. Seharusnya ini lebih di perhatikan lagi jangan sampai tempat yang memiliki perikanan tangkap yang sangat luar biasa itu menjadi tempat kantong kemiskinan, sangat tidak seimbang dengan kenyataannya.

  9. rakyat belum merasakan (manfaat) program KKP. Padahal para nelayan, baik nelayan tangkap maupun budidaya, sangat membutuhkannya. Selain itu, anggaran tersebut juga diperlukan untuk menggerakkan inovasi dan kreasi bagi produk-produk olahan

  10. Semoga saja para nelayan dapat menerima haknya, menerima bantuan dari pemerintah yang akan sangat bermanfaat sekali bagi para nelayan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

  11. Para nelayan harus lebih dihargai dan diperhatikan lagi kehidupan nya karena sering kali penghasilan nya tidak sebanding dengan kerja keras yg di lakukan untuk mencari hewan laut.

  12. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang sangat banyak,Seharusnya bisa membantu perekonomiam negara terutama para nelayan.semoga para nelayan ini cepat mendapatkan KKP untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan hidupnya.

  13. Mudah-mudahan kedepannya pemerintah bisa lebih memberikan bantuan-bantuan lainnya yg bisa membantu terpenuhi nya perekonomian para nelayan dan bisa memberikan pula manfaat bagi para nelayan.

  14. Rendah lah harga 15 ribu rupiah untuk 60 ribu benih lobster terus nelayan ngambil keuntungan dari mana kalo harganya rendah banget gitu, indonesia yang luas wilayah nya harusnya dapat membantu perekonomian Nelayan seperti ini.

    1. Semoga para nelayan cepat mendapatkan hak nya karena bantuan itu sangat bermanfaat bagi para nelayan serta keluarga nya Mudah-mudahan kedepannya pemerintah bisa lebih memberikan bantuan-bantuan lainnya yg bisa membantu terpenuhi nya perekonomian para nelayan

  15. Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan kekayaan alamnya,seharusnya bisa mensejahterakan para nelayan supaya dapat menghidupi keluarganya,dan pemerintah juga hrs bersedia membantu perekonomian rakyat yang kurang mampu di sekitar pesisir pantai.jika harga ekspor kita rendah maka akan merugikan kepada nelayan

  16. Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan kekayaan alamnya,seharusnya bisa mensejahterakan para nelayan supaya dapat menghidupi keluarganya,dan pemerintah juga hrs bersedia membantu perekonomian rakyat yang kurang mampu di sekitar pesisir pantai.jika harga ekspor kita rendah maka akan merugikan kepada nelayan

  17. Indonesia yang Luas dengan wilayah maritimnya dapat membantu memajukan perekonomian negara, apabila kegiatan ini didukung oleh adanya bantuan dari pemerintah, serta adanya kebijakan baik terhadap eksporitas yang seharusnya menguntungkan bagi para nelayan baik tangkap maupun budidaya.

  18. Semoga para nelayan cepat mendapatkan hak nya karena bantuan itu sangat bermanfaat bagi para nelayan serta keluarga nya

  19. Di Pantura Timur potensi perikanan tangkapnya sangat luar biasa Tetapi ironisnya, di sana juga menjadi kantong kemiskinan. PNBP yang diperoleh itu per 60 ribu benih lobster harganya hanya 15 ribu rupiah. Menurut saya ini sangat rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.