Wabah Corona, Menimbulkan Gelombang Duda Dan Janda

Cerai Gara Gara Corona

Bandung, Bewara Pakuan – Beberapa waktu yang lalu, melihat tingginya angka gugatan dan perceraian di masa pandemi, Bupati Bandung H. Dadang M Naser telah meminta para ulama dan juga tokoh agama untuk ikut membantu dalam memberikan nilai-nilai keagamaan kepada pasangan suami istri.

Berdasarkan catatan yang ada, diketahui, pada bulan Juli lalu terdapat ribuan kasus perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Soreang.

Menurut Dadang, selain meningkatnya angka kelahiran dan ibu hamil, angka dan tingkat perceraian di Kabupaten Bandung juga ikut meningkat. 

Oleh karenanya, peran ulama sangat diperlukan. Supaya suami istri tidak memilih jalan pintas, bercerai saat mengatasi persoalan rumah tangganya.

Dadang menjelaskan, mayoritas perceraian di Kabupaten Bandung dilatarbelakangi faktor ekonomi. 

Hal tersebut terjadi lantaran banyaknya kepala keluarga yang terpaksa dirumahkan karena adanya wabah Covid-19.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, pertengkaran gara-gara masalah ekonomi menjadi salah satu faktor perceraian. 

Menurutnya, kasus ini terjadi tidak hanya terjadi di Bandung, di beberapa daerah lain pun ada. 

Oleh karenanya, pihak pemerintah sangat mengimbau masyarakat, khususnya yang tengah mengarungi bahtera rumah tangga untuk tetap sabar dalam menghadapi bencana ini.

Adapun Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser mengungkapkan bahwa pihaknya merasa sangat prihatin dengan peningkatan kasus itu. 

Ia berharap, orang tua tetap memprioritaskan anak-anak mereka saat akan mengambil keputusan untuk bercerai.

Agustina mengakui memang tidak mudah melewati pandemi yang telah menghancurkan hampir semua sendi kehidupan masyarakat.

Tidak hanya ekonomi, Corona juga berimbas kepada ketahanan suatu keluarga.

Apapun keputusannya,dia berharap jangan sampai anak menjadi korban dalam kasus perceraian.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) ini pun mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Bandung untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, serta memperkuat ikatan dalam keluarga.

“Selain mawas diri, pasangan suami istri juga dapat meminta nasihat kepada orang yang jauh lebih berpengalaman dalam soal rumah tangga. Kita harus ingat, meskipun dihalalkan, perceraian sangat dibenci Allah,” tutupnya, dikutip dari laman resmi pemkab.

Pada akhirnya, kita semua berharap agar pandemi Covid-19 cepat berakhir, sehingga para kepala rumah tangga bisa kembali bekerja dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal. [jayadewata]

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *