629 views

Pahlawan Covid-19 Jawa Barat Mendapat Hadiah Rumah Dan Motor

Ilustrasi: Net

(BP) – Tatar Sunda

Kota Bandung, Bewara Pakuan – Satu tahun lebih pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Para tenaga medis baik itu dokter, tenaga kesehatan, dan juga masyarakat, terus berjuang melawan pandemi Covid-19.

Bahkan sudah banyak para dokter dan tenaga kesehatan yang menjadi korban. Mereka semua merupakan para pahlawan kemanusiaan yang berjasa besar dalam perang melawan pandemi ini.

Belum lama ini, Jabar Bergerak memberikan penghargaan kepada pahlawan yang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Penghargaan tersebut bertema Romantis (Roemah Idaman Gratis) dan Modis (Motor Idaman Gratis) bagi para pahlawan kemanusiaan yang kesulitan secara ekonomi.

Dalam kegiatan Buka Bersama On The Screen di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (24/04/2021), Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menyerahkan secara simbolis kunci motor kepada tenaga non medis Puskesmas Padasuka Sujono, dan kunci rumah kepada Dayat Hidayat seorang cleaning service RSUD Soreang Kabupaten Bandung.

Mereka direkomendasikan oleh orang-orang di sekitarnya untuk mendapatkan Romantis dan Modis karena dinilai telah berkontribusi besar menangani pandemi Covid-19 di lingkungan sekitarnya, selain tentu saja memenuhi syarat penerima Romantis dan Modis.

Syarat penerima Modis yakni kesulitan secara ekonomi, tidak memiliki motor, dan direkomendasikan oleh teman, tetangga ataupun organisasi.

Adapun syarat penerima Romantis yakni kesulitan secara ekonomi, tidak memiliki rumah, dan direkomendasikan oleh teman, tetangga ataupun organisasi.

Menurut Hani Widianti yang merupakan perawat RSUD Soreang menceritakan bahwa Dayat sehari-harinya bertugas melakukan desinfeksi dimana dia tak pernah mengenal waktu dan lelah saat menjalankan tugasnya.

Dibalik kerja kerasnya, bapak tiga orang anak itu sampai saat ini tidak memiliki rumah dan mereka saat ini tinggal di rumah kontrakan yang tidak layak.

“Ia tak mengenal waktu dan tak mengenal lelah. Beliau kerap bekerja 24 jam. Beliau seorang kepala rumah tangga dengan tiga orang anak. Beliau tinggal di rumah kontrakan yang tidak layak dihuni oleh lima orang,” tuturnya, dikutip dari humas Pemprov Jabar. (jayadewata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.