132 views

Parlemen Inggris Didesak untuk Mengatasi Serangan Rasis Terhadap Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi.Net - British Parliament

London, Bewara Pakuan – Seorang anggota parlemen Inggris telah berupaya membela kehormatan Nabi Muhammad dalam pidatonya di Parlemen.

Dirinya menyoroti tekanan emosional dan kerugian terhadap umat Islam di seluruh dunia oleh kartun dan karikatur ofensif yang berulang kali diterbitkan di Eropa dilansir dari TRT World

Naz Shah, seorang anggota parlemen dari partai oposisi Partai Buruh, berbicara kepada House of Commons pada hari Senin mengenai usulan undang-undang yang bertujuan untuk mengkriminalisasi vandalisme patung dan mengurangi kerugian emosional yang disebabkan oleh penghancuran ikon tersebut.

Ilustrasi.Net – Naz Shah, Anggota Parlemen Inggris

Jika disahkan, undang-undang tersebut akan memberlakukan hukuman penjara hingga 10 tahun bagi siapa pun yang terbukti bersalah menyerang dan merusak patung.

Undang-undang yang diusulkan ini akan menempatkan hukuman maksimum 10 tahun bagi orang-orang yang merusak atau menyerang patung.

Dia mempertanyakan mengapa seseorang diberi hukuman yang jauh lebih berat karena menyerang patung batu atau besi dibandingkan dengan merusak tembok batu atau gerbang besi, terutama karena secara fisik mereka identik, tidak ada yang hidup, tidak dapat dilukai atau perasaan mereka terluka dan terbuat dari elemen yang sama.

Dalam pidatonya Shah menyoroti masalah yang dihadapi oleh umat Islam di Inggris dan di seluruh dunia dalam hal pencemaran nama baik Nabi Suci.

“Sebagai seorang Muslim, bagi saya dan jutaan Muslim di seluruh negeri ini dan seperempat populasi dunia yang juga Muslim, dengan setiap hari dan setiap tarikan nafas, tidak ada satu hal pun di dunia yang kita peringati dan hormati lebih dari diri kita, Nabi Muhammad SAW tercinta,” ungkapnya.

Shah menarik perbandingan antara keterikatan rakyat Inggris dengan tokoh-tokoh seperti Winston Churchill dan Oliver Cromwell dengan cinta dan kasih sayang umat Islam kepada Nabi Muhammad.

Ketika undang-undang baru ini bertujuan untuk melindungi tokoh-tokoh sejarah Inggris, maka menurut Naz Shah perlindungan yang sama harus diperluas ke tokoh dan individu yang dianggap penting bagi komunitas lain.

Menurutnya ketika orang-orang fanatik dan rasis mencemarkan nama baik, memfitnah, atau melecehkan Nabi Muhammad dalam bentuk kartun, seperti yang dilakukan beberapa orang terhadap orang-orang seperti Churchill, akibatnya kerusakan emosional yang ditimbulkan pada hati umat Islam tidak tertahankan. 

Naz Shah menegaskan bahwa bagi 2 miliar Muslim dunia, Nabi Muhammad adalah sosok pemimpin yang ada di hati, simbol kehormatan dan menjadi dasar identitas dan keberadaan Umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.