Bupati Cianjur Geram Dengan Oknum Pedagang Yang Masih Ngeyel

Cianjur, Bewara Pakuan – Memasuki hari ke 10 diterapkannya PPKM Darurat Covid-19. TIM gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan patroli malam. Dalam pelaksanaan Patroli tersebut, di fokuskan menyisir pelaku usaha yang masih beroperasi, Senin (12/07/2021).

Pantauan dilapangan, gelar patroli diawali dengan apel bersama di halaman Pendopo Cianjur, kemudian dilanjutkan menyisir ke ruas Jalan Ir H Juanda (Selakopi). Alhasil didapati sebuah kedai makanan yang di luar terlihat tutup, tapi ketika disidak ke dalam masih melayani pembelian di tempat.

Terlihat Bupati Cianjur H. Herman Suherman, tampak geram ulah pedagang itu, pasalnya di kedai tersebut terdapat enam orang pembeli yang sedang makan di tempat. Atas penemuannya itu, H. Herman Suherman meminta pengelola kedai didata dan ditindak untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Usai sidak di warung tersebut, TIM patroli bergerak ke beberapa lokasi lainnya, seperti ruas-ruas jalan yang merupakan tempat penjajakan jajanan/kuliner salah satunya di Jalan Dewi Sartika (Sinar) yang merupakan pusat jajanan kuliner malam di Cianjur. Namun tak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan lainnya.

 

Bupati Cianjur H. Herman Suherman memborong dagangan, usai mendengar curhatan pedagang gorengan.

Bupati Cianjur Memborong Gorengan

Ada yang menyentuh hati Bupati Cianjur saat patroli malam itu. H. Herman Suherman mendengar labgsung curhatan salah seorang pedagang, hingga akhirnya diboronglah dagangan pedagang itu.

“Dalam patroli malam ini Senin 12 Juli 2021, masih ditemukan pedagang yang melayani makan di tempat, kurang lebih ada 6 orang. Atas ulahnya itu, mereka harus menjalani sidang tipiring,” terang Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, kepada wartawan di sela patroli malam itu.

Jika melihat hasil survei, lanjut H. Herman Suherman, disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Cianjur sebenarnya mulai cenderung meningkat, terlihat dari kesadaran dalam pemakaian masker dan mengurangi mobilitas selama PPKM darurat saat ini.

“Kalau melihat di lapangan, tingkat kesadaran masyarakat terutama memakai masker sudah hampir 90%. Demikian juga ketika malam, tidak ada kerumunan ataupun mobilitas dan aktivitas tinggi masyarakat,” ujarnya.

Atas meningkatnya kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, H. Herman Suherman sangat mengapresiali sekali. Drinya berharap saat selesainya PPKM Darurat pada 20 Juli 2021nanti, tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan terus terjaga dengan baik.

“Patroli ini kita lakukan setiap malam selama PPKM Darurat dengan melibatkan tim gabungan TNI-Polri, Satpol PP, serta relawan BPBD,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *