Putin: Islam Bukan Ancaman, tapi Bagian dari Rusia

Ilustrasi.Net - Shalat Idul Adha di Masjid Agung Moskow

Bewara Pakuan – Sebagai pemimpin sebuah negara super power dunia, sosok Vladimir Putin sangat menarik untuk disimak dan dipahami.

Setiap kebijakan yang diambil olehnya pasti akan berpengaruh secara global baik ekonomi, politik maupun keamanan dunia secara keseluruhan.

Sementara itu, Amerika Serikat rival abadi dan terberatnya semenjak era Perang Dingin di masa jayanya Uni Soviet, terus mengawasi dengan ketat.

Kebijakan Amerika Serikat dan Rusia banyak yang tidak sejalan, bahkan cenderung bertolak belakang.

Di bawah kepemimpinan Putin, Rusia yang sempat terpuruk pasca kejatuhan Uni Soviet mulai bangkit kembali menjadi kekuatan besar global yang diperhitungkan sekaligus ditakuti.

Saat ini Rusia dan Amerika Serikat dengan teknologi yang dimilikinya merupakan dua kekuatan global yang memiliki banyak senjata mematikan termasuk hulu ledak nuklir yang bisa berakibat Armageddon dan kehancuran dunia seandainya dua kekuatan dunia ini saling berkonfrontasi secara langsung.

Hal inilah yang telah menarik Oliver Stone untuk melakukan wawancara langsung dengan Vladimir Putin.

Ilustrasi.Net – Vladimir Putin

Oliver Stone merupakan sutradara terkenal dari Amerika yang melahirkan film-film peraih penghargaan Oscar. 

Wawancara ini menjadi sumber informasi menarik dan berharga sekaligus merupakan kesempatan langka yang sulit diperoleh.

Perbincangan Putin dengan Stone berlangsung beberapa kali dalam beberapa kesempatan sepanjang tahun 2016-2017 di Moscow, Rusia.

Melalui wawancara yang rekaman videonya sudah ditayangkan sejak beberapa tahun lalu di jejaring media sosial, masyarakat dunia dapat lebih mengenal Rusia dan Putin serta perspektifnya mengenai berbagai isu utama dunia.

Perspektif Putin tentu menjadi masukan berharga dan sangat penting untuk dapat memahami konstelasi politik global secara utuh. 

Informasi Putin membantu terwujudnya opini dunia yang lebih sehat dan berimbang, setelah sekian lama opini dunia dibentuk secara sepihak dari dominasi Amerika.

Berikut ini cuplikan dari transkrip wawancara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Oliver Stone terkait Muslim di negaranya,

Ilustrasi.Net – Putin, Erdogan dan Abbas meresmikan Masjid Agung Moskow

Stone: “Rusia memiliki populasi muslim terbesar di Eropa”.

Putin: “Tidak sepenuhnya benar. Di Perancis saya pikir persentasenya juga sama”.

Stone: “Anda dulu mengatakan populasi etnis asli Rusia atau Kaum Putih berkurang”.

Putin: “Untungnya kami mampu membalikkan trend tersebut. Ini tahun ketiga di mana Rusia menyaksikan pertumbuhan alami populasi, termasuk di daerah yang dihuni etnik Rusia tradisional. Mengenai hubungan antar etnis, ini selalu menjadi isu hangat kapan pun dimana pun. Tapi Rusia punya keuntungan tertentu dalam hal ini. Eropa dan Amerika hari ini, Anda melihat orang dari agama lain kebanyakan adalah imigran. Sedangkan Rusia berbeda. Orang dengan agama yang berbeda adalah orang Rusia sendiri. Dan Rusia adalah tanah air mereka. Tidak ada yang lain. Dari awal Rusia muncul sebagai negara banyak macam agama dan banyak macam etnis. Selama ribuan tahun Rusia menjaga interaksi kultur yang berbeda. Daerah-daerah dimana populasi campuran itu, ada Kristen dan Muslim, ada banyak situasi saat orang berdampingan merayakan kegiatan umat Muslim dan perayaan umat Kristen. Rusia mampu mengatasi permasalahan-interaksi antar etnis dan agama yang sensitif itu dengan mudah”.

Stone: “Di Moskow sendiri ada sekitar 15% populasi muslim. Bagaimana Anda melakukan pengawasannya?”

Putin: “Kami tidak melakukan pengawasan khusus terhadap populasi Muslim di Rusia. Populasi Muslim bukan merupakan masalah di Rusia”.

Dalam dialog di atas, kita bisa melihat secara gamblang perspektif Putin tentang Islam di negaranya.

Putin menganggap Islam bukan ancaman dan merupakan bagian utuh dari Rusia dan di bawah pemerintahannya, Islam kembali mendapatkan tempat terhormat di negara tersebut.

Semenjak runtuhnya the Union of Soviet Socialist Republics (USSR), umat Islam Rusia kembali mendapatkan tempatnya, di mana ribuan masjid dan sekolah agama kembali dibangun dan mereka pun bisa kembali menghirup kebebasan setelah puluhan tahun ditindas dan diberangus di bawah rezim Komunis Soviet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *