214 views

Turki Baru, Bangkit dan Kembalinya Kekuatan The Great Man of Europe

Ilustrasi.Net

Cianjur, Bewara Pakuan – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di upacara kelulusan di Universitas Pertahanan Nasional Turki di Istanbul mengatakan bahwa keberhasilan Turki di Libya, baik secara diplomatik maupun militer, telah menyebabkan perubahan sistem tidak hanya di Mediterania, tetapi di seluruh dunia.

“Keberhasilan Turki di Libya, baik secara diplomatik maupun militer, telah menyebabkan ‘perombakan kartu’ (perubahan sistem) tidak hanya di Mediterania, tetapi di seluruh dunia,” ungkap Erdogan.

Ilustrasi.Net – Erdogan dan Putin

Sebelumnya Recep Tayyip Erdogan sempat mengatakan Uni Eropa tidak dapat mencapai tujuannya untuk menjadi pusat kekuatan dunia tanpa kehadiran Turki.

“Tidak mungkin bagi Uni Eropa untuk mencapai tujuannya menjadi pusat daya tarik dan kekuatan dunia tanpa menarik Turki sebagai anggota penuh,” kata Erdogan berbicara pada KTT Proses Kerja Sama Eropa Tenggara (SEECP) di Antalya, kota pesisir Mediterania, Turki, dikutip dari Anadolu Agency.

Melihat pada kemajuan Turki dalam industri pertahanan, Erdogan mengatakan bahwa lompatan-lompatan besar Turki dalam teknologi pertahanan selama 15-20 tahun terakhir adalah kisah sukses yang tengah diamati dunia.

“Turki tidak memiliki niat buruk apapun terhadap tanah, kedaulatan, persatuan, atau solidaritas siapa pun,” tambah Erdogan.

Dia juga mengungkapkan Turki sedang bersiap-siap untuk berdiri bersama saudara-saudaranya negara yang ingin berjalan dengannya.

Erdogan tidak berbicara kosong ketika mengatakan Turki saat ini mulai ikut merubah permainan dunia dan bahkan menjadi salah satu penentu.

Saat ini Turki termasuk salah satu anggota G20 yang beranggotakan negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

Selain itu, Turki memiliki populasi penduduk terbanyak kedua di Eropa setelah Rusia, kedua di Timur Tengah setelah Mesir dan berada di urutan ke 18 dunia dengan perkiraan jumlah penduduk 83.614.362 per 31 Des 2020 menurut UN World Population Prospects pada 2019. Jumlah populasi ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Turki.

Ilustrasi.Net

Dalam situs Global Firepower pada tahun 2021, saat ini Turki menempati posisi ke sebelas dunia dalam bidang militer, terkuat ketiga di NATO setelah Perancis dan Inggris, serta kekuatan militer terkuat di Timur Tengah.

Analisa Ahli

Analis Timur Tengah Universitas Indonesia, Yon Mahmudi, mengatakan sebagai anggota NATO, Turki saat ini memainkan peran pengimbang antara kekuatan besar anggota NATO seperti AS. Menurutnya posisi Turki di NATO sangat krusial sebagai kekuatan baru di luar Amerika Serikat dan beberapa anggota Uni Eropa.

“Turki menjadi penyeimbang antara AS, negara Uni Eropa, bahkan juga tidak di bawah bayang-bayang Rusia,” kata Yon kepada Anadolu Agency

Dengan perannya saat ini, Yon berharap Turki menjadi kekuatan baru yang menyuarakan kepentingan negara-negara non Barat, seperti di kawasan Timur Tengah dan Asia Pasifik.

Sementara itu, Ramdhan Muhaimin, pakar hubungan internasional Universitas Al Azhar Indonesia, mengatakan Turki di bawah pemerintah Erdogan mampu melesat dalam mempengaruhi politik global.

Menurutnya tidak hanya kekuatan politik, Turki juga kini menjadi kekuatan baru ekonomi dan militer di kawasan.

“Ini bisa dilihat dari berbagai kebijakan militer dan ekonomi, industri dan pembangunan Erdogan,” ujar Ramdhan kepada Anadolu Agency.

Ramdhan mengatakan, bagi NATO, Turki menjadi kunci dan aktor utama dalam penyelesaian konflik Suriah.

Pengakuan Dunia atas Kehebatan Persenjataan dan Militer Turki

“Dengan langkah-langkah yang telah kami ambil dalam 19 tahun terakhir dalam industri pertahanan, kami membawa negara kami ke liga raksasa di bidang ini,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Ilustrasi.Net

Pidato Erdogan tersebut merupakan sebuah realita nyata. Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengagumi pesawat tanpa awak buatan Turki, Bayraktar TB2, sebagai alat pertahanan yang paling mutakhir saat ini.

“Penggunaannya di Suriah, Libya dan tempat lain telah menyebabkan penghancuran ratusan kendaraan lapis baja dan bahkan sistem pertahanan udara,” kata Wallace di The Royal United Service Institute (RUSI) di London.

Sementara itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengakui bahwa pesawat tanpa awak Turki Bayraktar memainkan peran yang sangat penting dalam kemenangan Azerbaijan atas Armenia di Nagorno-Karabakh.

Ukraina pun mengakui kehebatan persenjataan Turki. Hal itu terbukti ketika Ukraina tergoda dan berencana membeli drone Turki tahun ini. Kiev berencana akan menggunakan drone tersebut dalam operasi laut dan darat.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Turki melakukan penjualan UAV ke negara anggota NATO dan Uni Eropa ketika Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengumumkan bahwa negaranya akan membeli 24 drone Bayraktar TB2 dari Turki.

Sementara itu, Presiden Polandia Duda mengatakan Turki adalah sekutu terkuat Polandia dan berterima kasih kepada Erdogan atas jasa pilot Turki.

Saat ini, Bayraktar TB2 menjadi inventaris tentara Turki sejak 2014 dan digunakan oleh beberapa negara lain, termasuk Ukraina, Qatar, dan Azerbaijan.

Sebagai salah satu negara kuat anggota NATO dan sekutu penting Amerika Serikat, saat ini Turki dilarang membeli jet tempur canggih F-35 sebagai hukuman akibat membeli sistem pertahanan udara canggih S-400 buatan Rusia.

Uniknya, sekitar 10 perusahaan Turki justru memproduksi komponen buat pesawat F-35 tersebut dengan nilai sekitar USD 12 miliar, termasuk bodi pesawat yang diproduksi oleh Turkish Aerospace Industries.

Menurut Pentagon, perusahaan-perusahaan Turki memproduksi 817 dari sekitar 24.000 jenis suku cadang pesawat dan 188 dari sekitar 3.000 jenis suku cadang mesin.

Seandainya Turki melakukan embargo, maka pesawat tempur canggih F-35 tidak akan mampu beroperasi di udara.

Ilustrasi.Net – Erdogan dan Biden

Kehebatan dan kemajuan industri pertahanan Turki saat ini pun diakui oleh salah satu majalah pertahanan terkemuka, Defense News yang berbasis di Amerika Serikat pada tahun 2020 yang memasukan 7 perusahaan pertahanan Turki dalam daftar 100 perusahaan industri pertahanan paling bergengsi secara global berdasarkan penjualan. 

Berikut ini adalah daftar perusahaan Turki yang masuk dalam daftar Defense News,

ASELSAN, salah satu perusahaan pertahanan terbesar Turki, memiliki omset USD2,17 miliar pada 2019. Perusahaan ini mengembangkan produk di berbagai bidang seperti sistem komunikasi, radar dan sistem pertahanan elektronik, sistem elektro-optik, sistem avionik, sistem senjata, sistem kontrol komando, sistem angkatan laut. Perusahaan ini menjual produk senjatanya ke 65 negara di dunia.

TUSAS/Turkish Aerospace Industries Inc (TAI), perusahaan ini menjadi salah satu penyedia penting komponen mesin untuk perusahaan seperti Boeing, Airbus, Lockheed Martin, Northrop Grumman, Bombardier dan Leonardo dan pengembang platform udara lokal Turki, TUSAS Engine Industries (TAI). Omset perusahaan pada 2019 mencapai USD 2,2 miliar. 

Didirikan pada tahun 1973 di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi untuk mengurangi ketergantungan kepada asing di industri pertahanan dan beroperasi di industri penerbangan dan luar angkasa.

Di antara proyek perusahaan ini adalah helikopter serbaguna pertama yang dikembangkan dan diproduksi dengan sumber lokal GOKBEY, berbagai jenis drone, dan pesawat pelatihan Hukus.

BMC, perusahaan ini telah mengekspor produknya ke lebih dari 80 negara. Mereka ditugaskan pemerintah Turki untuk memproduksi massal tank Altay, kendaraan komersial dan industri pertahanan yang berbeda-beda seperti bus, truk, kendaraan lapis baja anti-ranjau dan kendaraan beroda taktis. Omzet industri pertahanan BMC untuk 2019 sebesar USD 533 juta.

ROKETSAN, produsen rudal Turki yang menjadi pelopor sistem roket dan rudal dengan omset tahunan USD 515 juta.

Di antara produk penting perusahaan ini adalah rudal jarak jauh Bora, rudal TRG-300 Kaplan, rudal TRG-122, amunisi pintar mini MAM-C, rudal berpemandu laser Cirit, rudal anti-tank jarak menengah dan jarak jauh UMTAS dan OMTAS, laser Rudal anti-tank jarak jauh L-UMTAS, SOM dan JSF kompatibel dengan SOM-J presisi amunisi, rudal pertahanan udara Hisar, kit laser Teber, rudal laut pertama Turki Atmaca dan sistem pertahanan udara Sungur.

STM Defense Technologies & Engineering Ltd, omset tahunan perusahaan ini USD 485 juta. Perusahaan ini bertugas memenuhi kebutuhan teknologi pertahanan Turki dengan produk-produk berteknologi tinggi.

Selain itu, STM merancang, memodernisasi dan membangun kendaraan angkatan laut militer, dan juga fokus pada drone, teknologi satelit, radar dan keamanan siber.

FNSS, produsen kendaraan darat lapis baja di industri pertahanan Turki dengan omset tahunan USD 374 juta. Perusahaan ini memproduksi kendaraan lapis baja berat 15 ton, tank berbobot sedang, kendaraan lapis baja beroda taktik 4×4 dan 8×8.

HAVELSAN, perusahaan ini memproduksi perangkat lunak untuk industri pertahanan Turki dengan omset tahunan sebesar USD 295 juta.

Beberapa Pencapaian Turki di Bawah Erdogan

Ilustrasi.Net

Berikut ini beberapa pencapaian Turki dibawah kepemimpinan Erdogan dalam dua tahun terakhir yang bisa dihimpun dari Anadolu Agency.

  1. Mendukung 6,6 miliar lira Turki ($ 1,12 miliar) untuk sektor peternakan dan mengakhiri impor daging pada 2020.
  2. Turki menyelesaikan 1.161 proyek dari 1.451 dalam rencana aksi 2019.
  3. Pembangunan mega proyek Bandara Istanbul yang diproyeksi mampu melayani 200 juta penumpang setiap tahun dengan kapasitas penuh.
  4. Membangun Mega Proyek Kanal baru Istanbul. Kanal sepanjang 45 kilometer (hampir 28 mil) dibangun di sebelah barat pusat kota di sisi Eropa provinsi Istanbul.
  5. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk pelayanan kesehatan mencapai 470.000 hingga akhir November 2019 dimana Turki bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan medis menjadi 750.000 dan 1,5 juta secara bertahap dalam periode mendatang.
  6. Meningkatnya program Kesehatan dan Pendidikan serta kualitas asuransi kesehatan umum dan layanan kesehatan Turki yang menjadi contoh dunia. Jumlah rumah sakit dan institusi kesehatan meningkat hingga 5.500 dari 2.600 dalam beberapa tahun terakhir.
  7. Memperluas peluang beasiswa kepada siswa, terutama bagi mereka yang kekurangan sumber daya keuangan, dengan memprioritaskan pelatihan tenaga teknis termasuk industri pertahanan, otomotif, bioteknologi dan dirgantara pada tahun 2019. 
  8. Membuka 21 asrama mahasiswa dengan kapasitas 13.750 tempat tidur pada paruh pertama tahun 2020.
  9. Meluncurkan satelit Turksat 5A pada kuartal ketiga tahun ini, dan satelit telekomunikasi asli pertama Turksat 6A tahun depan yang dikembangkan oleh Spacecraft Assembly, Integration, and Test Center di Ankara.
  10. Mencegah puluhan kegiatan teroris sehingga menciptakan rasa aman masyarakat.
  11. Bandara Istanbul menjadi bandara pertama raih reakreditasi Dewan Bandara Internasional setelah menjadi bandara pertama yang diakreditasi pada Agustus 2020 selama 12 bulan.
  12. Yayasan Maarif Turki berikan pengajaran bahasa Turki di seluruh dunia, di mana mereka telah merumuskan kurikulum untuk pertama kalinya mengajar bahasa Turki di semua kelas dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
  13. Pembuatan Panel surya ruang angkasa yang bisa menghasilkan daya 100 watt dalam kondisi ruang angkasa sehingga akan mengurangi ketergantungan Turki pada teknologi ruang angkasa asing.
  14. Mobil terbang pertama Turki, yang disebut Cezeri, sukses melalui proses uji coba di Istanbul.
  15. Mencatat sekitar 16 juta turis dan pendapatan USD 12 miliar pada tahun 2020 di saat pandemi, dan menargetkan 25 juta turis dan pendapatan lebih dari USD 20 miliar jika tidak ada gelombang baru pandemi pada tahun 2021. Pada masa sebelum pandemi Turki sempat mencatat 45 juta kunjungan wisatawan.
  16. Uji coba bus listrik tanpa pengemudi pertama yang dibuat oleh perusahaan lokal Karsan Atak Electric dan memiliki jangkauan lebih dari 300 kilometer. Kendaraan Electric ini bisa mengisi baterainya dalam 5 jam dengan AC atau 3 jam dengan DC. Bus sepanjang 8,3 meter itu memiliki kapasitas lebih dari 50 penumpang. Perusahaan itu telah memulai produksi bus secara massal di mana perusahaan otomotif Turki lainnya, Otokar, juga sedang menguji bus listrik otonom.
  17. Ribuan fasilitas dan kendaraan umum Turki bersertifikat aman dari lembaga internasional soal kebersihan dan keselamatan.
  18. Bandara Istanbul raih penghargaan terbaik dunia dalam transformasi digital dan akreditasi karbon rendah.
  19. Turki jadi negara unggul dalam investasi energi. Turki menempati peringkat ke-13 di dunia, ke-6 di Eropa dalam kapasitas energi terbarukan
  20. Pembangunan PLTN bekerjasama dengan Rusia dengan dimensi strategis utama dari proyek ini adalah mendiversifikasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan energi Turki sehingga Turki berada di antara negara-negara yang memiliki teknologi nuklir di dunia
  21. Turki menemukan ladang gas terbesar di dunia sebanyak 405 bcm di Laut Hitam pada 2020.
  22. Turki berada di peringkat ke-20 dalam Indeks Keamanan Siber Global atas upaya dari negara itu untuk memperkuat kedaulatannya di dunia siber dan bertekad masuk sepuluh besar dunia.
  23. Memasok 70 persen lebih kebutuhan alutsista dalam negeri.
  24. Sumber daya terbarukan Turki melebihi 21 negara di Eropa. Peningkatan energi terbarukan ini pada 2020 sebesar 4.500 megawatt menjadi 95.500 megawatt, di mana energi matahari dan angin memenuhi 34 persen dari total produksi.
  25. Program Beasiswa Turki, juga dikenal dengan Turkiye Burslari, menawarkan berbagai program yang dirancang untuk setiap tingkat studi, termasuk peluang sarjana, pascasarjana, penelitian, dan pendidikan bahasa di universitas paling bergengsi di Turki untuk mahasiswa dan peneliti internasional. 
  26. Investasi Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Turki dari Maret hingga Oktober 2020 mencapai USD 5,7 miliar di mana proyek-proyek negara terus berlanjut di tengah pandemi virus korona. 
  27. Perusahaan otomotif yang berbasis di Turki Temsa, perusahaan gabungan dari Sabanci Holding Turki dan Grup PPF dari Belanda, mengekspor bus listrik ke Belgia dan Swedia. Bus Temsa yang diproduksi dengan kapasitas lokal Turki itu digunakan di 66 negara secara global.
  28. Proyek kereta Marmaray yang menghubungkan benua Asia dan Eropa melewati bawah laut hingga kini telah mengangkut hampir 300 juta penumpang. Proyek kereta yang disebut-sebut sebagai proyek abad ini diselesaikan pada tanggal 29 Oktober 2013.
Ilustrasi.Net

Dan masih banyak lagi pencapaian Turki lainnya yang belum disebutkan.

Pengakuan dan Kedekatan Dunia Islam terhadap Turki 

Setelah kemenangan atas Armenia, Ilham Aliyev dan Erdogan menandatangani Deklarasi Shusha berupa perluasan dan pendalaman hubungan bilateral dimana kedua belah pihak akan saling mendukung jika ada ancaman atau serangan oleh negara ketiga terhadap kemerdekaan atau integritas teritorial mereka.

Kedua pihak menekankan bahwa kontribusi Turki memainkan peran penting dalam kegiatan bersama Turki dan Rusia di tanah pembebasan Azerbaijan.

Ilustrasi.Net – Erdogan dan Aliyev

Sementara itu dalam sebuah pesan peringatan upaya kudeta 15 Juli 2016 yang ditujukan ke Presiden Erdogan, PM Pakistan Imran Khan mengatakan, bahwa Rakyat dan pemerintah Pakistan menegaskan kembali dukungan kuat mereka kepada pemerintah dan rakyat Turki dalam upaya menjaga keamanan nasional, perdamaian, dan kemakmuran.

Di dunia Arab, Dewan Syura Qatar menegaskan negaranya dan Turki bertekad untuk meningkatkan hubungan persaudaraan yang kuat dan hubungan kemitraan strategis di berbagai bidang.

Sedangkan di Afrika Menteri Kehakiman Somalia Abdulkadir Mohamed Nur menyampaikan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Somalia, terutama untuk reformasi ekonomi. 

Menurutnya Turki adalah sekutu kuat bagi kemajuan Somalia. Hal tersebut diungkap ketika Turki membantu Somalia untuk mendapatkan keringanan hutang dari IMF.

Sementara itu, Putra Mahkota Kuwait Sheikh Meshal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah berterima kasih atas dukungan Turki kepada Kuwait selama ini seraya mengatakan: “Erdogan adalah pria pemberani dengan pendirian, kata-kata, dan tindakannya. Kami memiliki cinta dan hormat untuknya.”

Selain itu, saat ini Erdogan tengah mempromosikan gagasan mega bank Islam, yang dapat memenuhi persyaratan likuiditas lembaga keuangan Islam secara global serta pembiayaan untuk proyek infrastruktur.

Turki dan Isu Palestina

Palestina selalu menjadi isu yang menarik dan sensitif untuk dibahas di dunia saat ini. Karena di sana ada Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam dan merupakan tempat suci sesudah masjidil Haram dan masjid Nabawi.

Turki di bawah Erdogan selalu menjadi negara Muslim terdepan dalam pembelaan terhadap Palestina.

Dalam pesan Idul Fitri pada tahun 2020 Erdogan menegaskan kembali dukungan Turki untuk Palestina.

Erdogan mengatakan tidak akan membiarkan tanah Palestina ditawarkan kepada siapapun. Dia juga menambahkan bahwa al-Quds Al-Sharif, situs suci tiga agama dan kiblat pertama umat Islam, adalah garis merah untuk semua Muslim di seluruh dunia.

Sementara itu, Ketua Kepresidenan Turki untuk urusan Warga Turki dan Komunitas di Luar Negeri (YTB) Abdullah Eren mengatakan bahwa meskipun sistem internasional, terutama PBB, buta dan tuli terhadap perjuangan Palestina, Turki berusaha untuk mendukung perjuangan tersebut melalui platform internasional maupun di dunia Islam.

Saat ini Turki merupakan salah satu negara paling aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Ilustrasi.Net

Bahkan sebelas tahun lalu terjadi sebuah insiden berdarah Mavi Marmara, di mana sebuah kapal yang membawa bantuan untuk Palestina diserang oleh tentara Israel.

Insiden itu berlangsung dramatik diatas sebuah kapal Free Gaza Movement di mana menewaskan sembilan orang aktivis pada saat kejadian.

Pada 31 Mei 2010, pasukan komando Israel menewaskan 10 aktivis, sembilan di atas kapal dan satu orang setelah insiden, termasuk warga Turki dan seorang warga Amerika asal Turki, di konvoi kapal Mavi Marmara di perairan internasional.

Pengungsi di Turki, Semangat Kemanusiaan dan Alat Bargaining Position

Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR), sebanyak 6,6 juta warga Suriah harus meninggalkan negara itu, yang sebelum 2011 memiliki populasi sekitar 22-23 juta, di mana banyak dari mereka yang mengungsi ke Turki.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency di Istanbul pada 2018,  President Pakistan Arif Alvi mengatakan Turki adalah penyelamat Eropa dalam masalah pengungsi.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Wendy Sherman mengapresiasi dukungan berkelanjutan Turki untuk pengungsi.

“Kami menghargai bantuan Turki yang berkelanjutan untuk lebih dari 4 juta pengungsi,” kata Sherman lewat Twitter, Mei lalu.

Saat ini, Turki merupakan satu-satunya negara yang menampung jumlah pengungsi terbesar di dunia. Empat juta lebih pengungsi tinggal di Turki.

Ilustrasi.Net

Sebagai seorang pemimpin yang sangat cerdas dan brilian, jumlah pengungsi yang besar tersebut mampu dijadikan kekuatan dan alat bargaining position oleh Erdogan untuk menekan negara-negara lain terutama anggota NATO.

Hanya dengan membuka pintu perbatasan, maka jutaan pengungsi yang selama ini ditampung dan ditanggung Turki akan membanjiri negara-negara Eropa dan bisa membuat masalah besar bagi mereka.

Musuh Terbesar Turki 

Musuh terbesar yang bisa menghabisi mimpi Turki untuk kembali menjadi bangsa besar simbol kemajuan dan pemersatu umat Islam dunia adalah perselisihan dan pertikaian di dalam.

Ujian terberat Erdogan berhasil dilalui, ketika faksi penghianat dalam tubuh militer berhasil dihabisi dalam kudeta gagal 15 Juli 2016.

Sejarah Singkat Turki Ottoman

Melihat jauh ke belakang, jatuhnya Kekaisaran Romawi Timur yang telah berdiri selama ribuan tahun ke tangan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih pada tanggal 29 Mei 1453, merupakan peristiwa penting yang merupakan salah satu penanda berakhirnya Abad Pertengahan. 

Penguasaan Konstantinopel oleh kekuatan Turki Ottoman telah membuat peta politik di seluruh dunia berubah waktu itu. 

Sepanjang abad ke-16 dan 17, pada puncak kekuasaannya di bawah pemerintahan Sulaiman Al-Qanuni, Turki Ottoman merupakan salah satu negara terkuat di dunia dan salah satu imperium multinasional dan multi bahasa yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat/Kaukasus, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika.

Dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya dan kontrol kekuasaan atas wilayah yang luas di sekitar cekungan Mediterania, Turki Ottoman menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat selama beberapa abad.

Bagi dunia Islam waktu, Turki Ottoman telah menjadi simbol kekuatan dan pemersatu umat Islam di seluruh dunia. 

Banyak penguasa Islam di berbagai penjuru dunia yang mengakui secara simbolik kepemimpinan Sultan Turki atas dunia Islam.

Menurut Deden A. Herdiansyah dalam Jejak Kekhalifahan Turki Utsmani di Nusantara, “Masyarakat Nusantara, Sumatera khususnya, menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Kekhalifahan Turki Usmani,” jelasnya (Historia.id)

Sementara itu, Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah mengatakan, “Bahwa ada kontak diplomatik dengan Turki Usmani, termasuk Jawa, mungkin saja. Kalau Melayu ada buktinya banyak, saya punya, khususnya Aceh,” paparnya (Historia.id)

Hal itu berlangsung sampai menjelang keruntuhan Turki Ottoman pada awal abad kesembilan belas. Pada masa awal runtuhnya, Turki Ottoman bahkan mendapat julukan penghinaan, a sick man of Europe.

Kebangkitan Turki Baru di Abad Modern

Bernard Lewis sejarawan Yahudi Inggris-Amerika yang menjabat sebagai Profesor Kehormatan bidang Timur Tengah di Universitas Princeton pernah membuat pernyataan, “By the end of this century, Europe will be part of the Arabic west, of the Maghreb”. 

Dia meyakini bahwa kedepannya Islam akan menguasai benua Eropa.

Di abad modern ini, Turki baru mencoba meraih kembali kejayaan yang sempat dirasakannya dulu. 

Ilustrasi.Net

Posisinya yang sangat strategis dan didukung oleh kemampuan ekonomi, teknologi dan militer yang semakin kuat telah membuat Turki semakin diperhitungkan dan ditakuti dunia.

Selain itu, Turki saat ini mendapat dukungan dan simpati yang luas masyarakat muslim dunia yang lintas batas dan negara. Sebab kebangkitan Turki baru yang modern akan dianggap mewakili kebangkitan umat Islam Dunia.

Sejatinya Bangsa Turki

Turki yang sebelumnya mendapat julukan a sick man of Europe, kini telah bertransformasi menjadi Turki baru, the Great Man of Europe dibawah Erdogan.

Inilah Turki, bangsa yang suara mehter nya di balik perbukitan dan pegunungan telah mampu menggetarkan hati prajurit musuh yang mendengarnya.

Inilah Turki, bangsa pembuat meriam-meriam raksasa penghancur tembok pertahanan musuh.

Inilah Turki, bangsa satu-satunya di dunia yang mampu membawa puluhan kapal perangnya mengarungi daratan dan puncak pegunungan Galata dalam satu malam.

Ilustrasi.Net

Inilah Turki, bangsa satu-satunya di dunia yang mampu memaksa negara adidaya saat ini membayar upeti demi perlindungan dan keamanan perdagangan lautnya pada masa lalu.

Inilah Turki, bangsanya Khairuddin bin Ya’qub sang Amirul Bahr. Bersama kakaknya Arouj, Khairuddin si Barbarossa, mereka menjadi legenda sejarah penjaga keamanan laut Turki

Inilah Turki, bangsa yang kabar akbar “La Grande Aquila è morta!” (Sang Elang Agung telah tiada!) telah menggemparkan Roma, Eropa dan seluruh dunia pada 3 Mei 1481 Masehi.

Inilah Turki, negeri di mana Abu Ayub al-Ansari RA Sahabat Nabi dari kaum Anshar dikubur di bawah bentangan tembok kokoh Konstantinopel 800 tahun sebelum penaklukan Al-Fatih, yang sebelum kematiannya sempat berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut dan aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentera seperti yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah.“

Ilustrasi.Net

Inilah Turki, bangsa yang menjadi simbol kepemimpinan dunia Islam pada masa lalu, sekarang dan insya Allah masa yang akan datang.

Jika kita ingin mengetahui siapa sejatinya bangsa Turki maka hadis Nabi Muhammad SAW, sudah cukup untuk menggambarkan siapa mereka.

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“. (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

(Sumber referensi: Anadolu Agency dan sumber lainnya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.