99 views

Parah, Tunggakan Dijadikan Alasan Ijazah Ditahan

Admin

Cianjur, bewarapakuan – Provinsi Jawa Barat akan rayakan Hari Ulang Tahun yang ke 77 tahun pada 19 Agustus 2022 mendatang.

Pada HUT kali ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membawakan slogan “Jabar Juara Indonesia Juara” yang akan disambut dan dirayakan dengan gegap gempita.

Akan tetapi, sangat disayangkan, perayaan HUT Jabar yang ke 77 dengan slogannya yang luar biasa tersebut lagi-lagi tercoreng oleh oknum-oknum di dunia pendidikan.

Berdasarkan hasil laporan dan pengaduan langsung dari masyarakat yang awak media terima, banyak orang tua dan juga siswa di daerah Cianjur Selatan yang mengeluh dan resah dengan berbagai pungutan dalam dunia pendidikan.

Salah satu di antaranya pungutan dalam penebusan ijazah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri

Sampai saat berita ini diturunkan, disinyalir ada Sekolah Menengah Atas Negeri yang masih menahan banyak ijazah siswa dengan dalih adanya biaya dan tunggakan yang harus diselesaikan dan dibayar terlebih dahulu oleh para siswa kepada pihak Sekolah Negeri tersebut.

“Ijazah sampai sekarqng belum bisa diterima, karena harus membayar sejumlah uang buat menebusnya,” ungkap ASH, salah satu siswa yang ijazahnya masih ditahan.

Menurut anak yatim ini, dia sudah menyelesaikan pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kecamatan Sindangbarang sejak tiga tahun yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini dirinya tidak bisa mencari pekerjaan yang layak akibat terkendala tidak adanya ijazah asli yang masih ditahan oleh pihak sekolah.

Kemiskinan dan ketidakmampuan keluarganya membuat ASH tidak sanggup menebus ijazah yang sudah seharusnya menjadi haknya sejak tiga tahun yang lalu itu.

Dia pun menambahkan, masih ada banyak teman satu kelas dan satu angkatan yang bernasib sama seperti dirinya.

Pengakuan serupa didapatkan oleh awak media dari pihak orang tua dan juga keluarga siswa lainnya yang tidak mau disebutkan namanya

Menurut pengakuan mereka, penahanan ijazah di Sekolah Menengah Atas Negeri tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Penahanan ijazah ini jelas-jelas sangat meresahkan masyarakat dan orang tua siswa. Selain itu juga sangat merugikan dan menghambat masa depan dan kehidupan anak-anak mereka ke depannya.

Para orang tua, keluarga, dan siswa yang ditahan ijazahnya berharap pihak Sekolah Menengah Atas Negeri tersebut bisa memberikan keringanan dan juga kebijakan terkait ijazah siswa yang masih ditahan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.